Banyak pedagang di pasaran mengatakan bahwa kotak kacamata mereka terbuat dari kulit asli. Hari ini kita akan membahas perbedaan antara kedua bahan ini. Sebenarnya, kulit asli dan kulit imitasi adalah dua bahan yang sangat berbeda, penampilan dan kinerjanya sangat berbeda. Memahami cara mengenali perbedaan antara kulit asli dan kulit imitasi sangat penting bagi konsumen saat membeli kotak kacamata.
Kulit asli diproses dari kulit hewan, teksturnya alami, lembut, bernapas, dan memiliki tingkat elastisitas dan ketangguhan tertentu. Kotak kacamata yang terbuat dari kulit asli memiliki daya tahan dan umur pakai yang baik, dan secara bertahap akan menghasilkan kilau alami seiring berjalannya waktu. Karena kulit asli mahal, sangat sedikit pelanggan yang membeli kotak kacamata dari kulit asli, sehingga kulit asli biasanya digunakan untuk banyak sepatu, tas, pakaian, dan sebagainya yang berkualitas tinggi.
Kulit imitasi adalah jenis kulit buatan yang dibuat dengan metode sintesis kimia, penampilan dan performanya mirip dengan kulit asli, tetapi harganya relatif rendah, juga sangat ramah lingkungan. Tekstur dan warna kotak kacamata kulit imitasi cenderung lebih berlebihan, teksturnya relatif keras, dan sirkulasi udaranya juga umum. Kotak kacamata kulit imitasi biasanya digunakan pada beberapa merek menengah, hemat biaya, ramah lingkungan, juga sangat tahan lama, dan pola permukaannya lebih beragam.
Banyak pelanggan yang tidak akan mengenali perbedaan di antara keduanya, maka kita dapat mulai dari aspek-aspek berikut saat melakukan identifikasi:
1. Amati penampilannya: tekstur alami kulit asli, gradasi warna, sedangkan tekstur kulit imitasi lebih teratur, warnanya relatif seragam.
2. Tekstur sentuhan: Kulit asli terasa lembut dan elastis saat disentuh, sedangkan kulit imitasi terasa keras dan kurang elastis.
3. Periksa bahannya: kulit asli diproses dari kulit hewan, sedangkan kulit imitasi dibuat secara buatan.
4. Aroma: Kulit asli akan memiliki aroma alami, sedangkan kulit imitasi akan memiliki aroma kimia.
5. Uji pembakaran: Kulit asli yang terbakar akan mengeluarkan aroma gosong yang khas, sedangkan kulit imitasi yang terbakar akan mengeluarkan bau yang menyengat.
Singkatnya, memahami perbedaan antara kulit asli dan kulit imitasi sangat penting bagi konsumen dalam pembelian produk kulit. Konsumen dapat mengidentifikasi kulit asli dan kulit imitasi dengan mengamati penampilan, menyentuh tekstur, memeriksa bahan, mencium baunya, dan melakukan uji pembakaran, dll. Namun, demi perlindungan lingkungan, kami lebih memilih untuk merekomendasikan penggunaan kulit imitasi, yang lebih ramah lingkungan, dan melindungi hewan dari bahaya, serta dengan teknologi canggih, kelembutan kulit imitasi berkualitas tinggi dapat mendekati kulit asli.
Lindungi bumi, lindungi hewan-hewan, mari kita bertindak.
Dapatkan informasi lebih lanjut tentang kulit ramah lingkungan, hubungi saya, kita bisa bekerja sama.
Waktu posting: 31 Januari 2024